Nama IrhamShidiq
Fak/Jur Ushuludin/TafsirHadits
Smester VII (Tujuh)
Mata Kuliah MembahasKitabHadits II
Dosen Sukardi, S.Ag

1. KitabKamusHadits
a. Pengertian : Kitabindekshadits. Kitab yang berupayamengumpulkanhadits-hadits dalam kitab-kitab hadits tertentukemudiandiambilbagiankecilnyauntukdijadikansampeldanditampilkandalamrumus-rumustertentu.
b. Fungsi :Untukmempermudahdalampencarianhaditssecarapembacaancepatdantematikberdasarkan kata kuncisesuaidengankarakterkitabkamushaditstertentu
c. Kedudukan :Dipandangpentingkedudukannyadalammembantu pencarianhaditsyang tersebar diberbagai kitab-kitab hadits.
d. Metode :Banyakvariandalammetodepenyusunannya. Diantaranyaada yang berdasarkankosa kata bahasaarab yang oleh orang arabsendirijarangdigunakan. Yang temasukmacamkitabiniseperti “al-Nihayah fi Gharib al-haditswa al-Atsar” ; ada yang berdasarkanpenyebutan kata kuncimatandalambeberapahadits, sepertikitab “Al-Mu’jam al-Mufahrats li al-Fadz al-hadits al-Nabawi ‘an Kutub al-Sittahwa ‘an Musnad al-Darimiwa al-Muwaththa Malik waMusnad Ahmad IbnuHanbal”, atau dengan kata lain, metode yang tersedia pada kitab-kitab kamus hadits yang sudah ada yaitu Mu’jam, Miftah, dan Athraf.
e. Para Penulis :
• Abu ‘UbaidalQosimIbnu Salam al-Harawi (224 H/832 M) mengarangkitabGharib al-Hadits
• ‘AlamahJarullah Mahmud Ibnu ‘Umar al-Zamakhsyari, mengarangkitabal-Faiq fi Gharib al-Hadits
• Majdu al-Din Abu Sa’adah al-Mubarak Ibnu Muhammad al-JazariIbnu al-Atsir (606 H), mengarangkitabAl-Nihayah fi Gharib al-haditswa al-Atsar
• Dr. A.W Weinsink, mengarangkitabAl-Mu’jam al-Mufahrats li al-Fadz al-hadits al-Nabawi ‘an Kutub al-Sittahwa ‘an Musnad al-Darimiwa al-Muwaththa Malik waMusnad Ahmad IbnuHanbal
2. KitabMu’jam, Athraf, Miftah
a. Pengertian
Mu’jam :yaitukitab-kitabhadis yang disusunberdasarkannama-namasahabat, guru-gunya, tempattinggalatau yang lainnyaberdasarkanurutanalfabetis
Athraf :kitab yang hanyamenyebutsebagianhaditskemudianmengumpulkanseluruhsanadnya, baiksanadsesuatukitabataupunsanaddaribeberapakitab.
Miftah : Kitab takhrij yang disajikan dalam bentuk topik-topik hadits
b. Persamaan: Sama-sama memasukan sejumlah hadits-hadits dari berbagai kitab hadits yang ditampilkan bagiannya saja dengan menggunakan rumus-rumus tertentu. (sama dalam fungsi dan kedudukannya)
c. Perbedaan : Perbedaan secara garis besar terletak pada metode aplikasi dari masng-masing kitab diatas; dimana mu’jam menggunakan metode penyusunanberdasarkannama-namasahabat, guru-gunya, tempattinggalatau yang lainnyaberdasarkanurutanalfabetis, atharf menggunakan metode penyusunan menyebutsebagianhaditskemudianmengumpulkanseluruhsanadnya, baiksanadsesuatukitabataupunsanaddaribeberapakitab, dan miftah menggunakan metode penyusunan berdasarkan topik-topik hadits
3. SpesifikasiDan JudulKitabKamusHaditsSTAI PERSIS
No NamaKitab NamaPengarang Penerbit TahunTerbit
1 Gharib al-Hadits Abu ‘UbaidalQosimIbnu Salam al-Harawi (224 H/832 M) Daar al-Kutub ‘Arabiy (Beirut) Cet. Pertama
2 al-Faiq fi Gharib al-Hadits ‘AlamahJarullah Mahmud Ibnu ‘Umar al-Zamakhsyari Daar al-Fikr (Beirut) 1414 H/1994 M
3 Al-Nihayah fi Gharib al-haditswa al-Atsar Majdu al-Din Abu Sa’adah al-Mubarak Ibnu Muhammad al-JazariIbnu al-Atsir (606 H) Daar al-Fikr (Beirut) Cet. Ke-3 (1399 H/1979 M)
4 Al-Mu’jam al-Mufahrats li al-Fadz al-hadits al-Nabawi ‘an Kutub al-Sittahwa ‘an Musnad al-Darimiwa al-Muwaththa Malik waMusnad Ahmad IbnuHanbal Dr. A.W Weinsink MaktabahBreill (Leiden) 1936 M

4. KitabTakhrij
a. Pengertian :Kitab-kitab yang mengambilhaditsdarisebuahkitabulamahadits –darikitab al-Bukhariumpamanya—lalumenyebutsatupersatuannyadengansanadnyasendiri, yaknimencarisanadnyasendiridariselainjalankitabulamahaditstersebut –al-Bukharitadi– hinggaberjumpadengannya –al-Bukhari—padagurunya –al-Bukhari—ataudiatasnyalagi.
b. Kegunaan :Untukmengetahuitempat-tempatpengambilanhadits-haditsdannilai-nilainyadalamsebuahkitabtertentu.
c. Jumlah :Banyakkitab-kitabtakhrij yang lahirditanganparaulamaawalabadkeenamsampaipertengahanabadkeenammulaidaripentakhrijankitab-kitab yang lahirpadaawalketigasampaiabadketujuhdanmencakuppentakhrijandiberbagaijeniskitabhadits.
d. Macam :kitab-kitabtakhrijvariandalamobjekpemilihannya. Ada yang berusahamentakhrijkitab-kitabhadits yang sahih, mentakhrijkitab-kitabsunan, musnad, dankitab-kitabjawami’ atauzawaid
e. Contoh :
• TakhrijAhaditsTafsir al-Kasyaf, karangan al-Zaila’I (762 H)
• Al-Kafial-Syar;ITakhrijAhadits al-Kasysyaf, karanganIbnuHajar al-Asqolani
• TakhrijAhadits al-Baidhawi, karangan ‘Abd al-Rauf al-Manawi
• Tuhfah al-Rawi fi TakhrijAhadits al-Baidhawi, karangan Muhammad HammadZadah (1175 H)
• TakhrijAhadits al-SyarahMa’ani al-Atsar (al-Hawi),karangan al-Thahawi
• TakhrijAhadits al-Adzkar, karanganIbnuHajar al-Asqolani
• TakhrijAhadits al-Misbahwa al-Misykah (Hujayah al-RuwahilaTakhrijAhadits al-Misbahwa al-Misykah), karanganIbnuHajar al-Asqolani
• Manahi al-Safa fi TakhrijAhaditsSyifa, karangan al-Suyuthi
• TakhrijAhaditsMinhaj al-Ushul, karangan al-Subki, IbnuMulaqqin, danZain al-Din al-‘Iraqi
• TakhrijAhaditsMukhtashar, karanganIbnu al-Hajib, IbnuHajar, IbnuMulaqqin, danMuhamadIbnu ‘Abd al-Hadi (704 H)
• TakhrijAhadits al-Hidayah fi Fiqhi al-Hanafiyah (Nasbu al-Rayah li Ahadits al-Hidayah), karangan Jamal al-Din al-Zaila’i
• Al-Dirayah fi Muntakhabi al-TakhrijAhadits al-Hidayah, karanganIbnuHajar al-Asqalani
• TakhrijAhaditsIhya, karanganZain al-Din al-‘Iraqi
• Al-Maqasid al-Hasanah, karangan al-Sakhawi
• Tashil al-SubulilaKasyfi al-Libas, karangan ‘Izzu al-Din Muhammad Ibnu Ahmad al-Khalili (1507 H)
• Kasyfu al-KhafawaMuzil al-Albas, karanganHafidz al-Ajaluni (1162 H). Tiggalkitabterakhirinimenurutcatatan Prof. Dr. TM. Hasbi Ash-Shiddieqyadalahkitab-kitabtakhrij yang terkenaldalammasyarakat.
5. Kitab-KitabRijalhadits
a. Kedudukan :Kitab-kitabrijalhaditsmenjaditinggikedudukannyakarenadidalammyamencakupobjek yang dikajidalamilmurijalhadits. Jikadalamilmurijalhaditsseperti yang dikatakanoleh Prof. TM Hasbi Ash-Shiddieqy adalahseparuhilmuhadits, makademikian pula kedudukankitab-kitabrijalhadits. Karenakeberadaannyamerupakanaplikasidariteori-teoriilmurijalitusendiri.
b. Tingkat AkurasiInformasi :Padakitab-kitabrijalhaditstidaksemuanyamemilikiderajat yang samadalamsisiakurasiinformasinya, karenakitadapatmelihatdalambeberapakitabtersebutkaryasusulansebagaitambahanataupunkoreksiterhadapkitab-kitabrijal yang lahirsebelumnyasepertikitab “Tahdzib al-Tahdzib”hadirsebagaitambahan-tamabahnkekuranganpadakitab “Tahdzib al-kamal”. Hal iniberlakupadaseluruhvariankitab-kitabrijalhadits.
c. Metodepenyusunan :Padabagianini,metodepenyusunandiklasifikasikankepadabeberapakategori. Ada yang dilihatdarisisikredibilitasperawi; sepertibeberapakitabjarahta’dil yang menyebutkanparaperawikepercayaandanlemah,yang lemahsaja, yang mentadlishadits, danada yang dilihatdarisisithabaqahnya; sepertikitab-kitab yang meriwayatkankeadaanparaperawidarigolongansahabat, thabi’indanseterusnya; ada yang dilihatdarisisikemubhamannyasepertikitab-kitab “TashifwaTahrif”dll
d. JudulKitabRijalHadits Di STAI PERSIS :
No NamaKitab NamaPengarang Penerbit TahunTerbit
1 Al-Tarikh al-Kabir Abu ‘Abdullah Ismail Ibnu Ibrahim alJa’fi al-Bukhari (256 H) Daar al-Kutub al-‘Ilmiah (Beirut)
2 Al-Dhu’afa al-Kabir Abu Ja’far Muhammad ‘AmrIbnu Musa IbnuHammad al-‘Uqoili al-Maki Daar al-Kutub al-‘Ilmiah (Beirut) Cet. Pertama
3 Siyar ‘Alam al-Nubala Syamsu al-Din Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu ‘Utsman al-Dzahabi (748 H/1374 M) Muassisah al-Risalah (Beirut) Cet.Pertama (1404 H/1984 M)
4
Tahdzib al-Tahdzib Al-Hafidzsyaikh al-Islam Syihab al-Din Ahmad Ibnu ‘Ali IbnuHajar al-Asqolani (582 H) Daar al-fikr (Beirut) Cet. Pertama (1404 H/1984 M)
5 Mizan al-‘Itidal fi Naqdi al-Rijal Abu ‘Abdullah Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu ‘Utsman al-Dzahabi (784 H) Daar al-Fikr (Beirut)
6 Al-Jarhuwa al-Ta’dil ‘Abd al-RahmanIbnuAbiHatim Muhammad IbnuIdrisIbnuMundzir al-Tamimi al-Handzali al-Razi Daar al-fikr (Beirut) Cet. Pertama (1372 H/1953 M)
7 Asad al-Ghabah fi Ma’rifah al-Sahabah ‘Izzu al-Din Ibnu al-Atsir Abu Hasan Ali Ibnu Muhammad al-Jazari (630 H) Daar al-Fikr (Beirut) 1409 H/1989 M