1. Apa Perbedaan masyarakat kota dan masyarakat desa

a. Masyarakat pedesaan
• Mempunyai hubungan yang lebih erata antar kelompoknya
• Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan
• Mayoritas penghidupannya dari pertanian
• Pekerjaan-pekerjaan disamping pertania hanya merupakan pekerjaan sambilan saja. Namun tidak berarti semua warganya mempunyai tanah. Di tanah Jawa terkenal adanya empat macam sistem pemilikan tanah, yaitu : a). Sistem milikk umum atua milik komunal dengan pemakaian beralih-alih, b). Sistem milik komunal dengan pemakaian bergiliran, c). Sistem komunal dengan pemakaian tetap, dan d). Sisitem milik individu
• Terdapat juga sumber kehidupannya dari berkebun. Seperti misalnya di Sumatra, penduduknya banyak yang berkebun lada, karet, kelapa sawit, dan sebagainya (pada umumnya masyarakat pedesaan di Indonesia apabila ditinjau dari segi kehidupan sangat terikat dan sangat tergantung dari tanah (earth-bound)
• Memiliki kepentingan pokok dan pola sistem kerja yang sama, karena sama-sama tergantung pada tanah.
• Memiliki lembaga masyarakat yang dikenal dengan nama gotong royong. Sebagai dari kepentingan pokok yang sama dan pola sistem kerja yang sama. Lembaga ini bukan lembaga yang sengaja dibuat.
• Pada masyarakat-masyarakat pedesaan tidak akan dijumpai pembagian kerja berdaarkan keahlian, akan tetapi biasanya pembagian kerja didasarkan pada usia, mengingat kemampuan fisik masing-masing dan juga atas dasar pembedaan kelamin. Hal ini disebabkan karena kelembagaan gotong royong yang dibangun berdasarkan kekeluargaan.
• Cara bertani sangat tradisional dan tidak efesien, karena belum dikenalnya mekanisme dalam pertanian. Cara bertani demikian lazim dinamakan subsistance farming
• Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peran penting. Terdapat catatan penting tentang golongan rang-oranag tua ini : a). Biasanya mereka suka dijadikan tempat untuk dipinta nasihat dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi,b). Kesukarannya adalah bahwa golongan orang-orangtua itu mempunyai pandangan yang didasarkan pada tradisi yang kuat, sehingga sukar untuk mengadakan perubahan perubahan yang nyata, c). Pengendalian sosial masyarakat terasa sangat kuat, sehingga perkembangan jiwa individu sangat sukar untuk dilaksanakan, sehingga berakibat sulit sekali mengubah jalan pikiran yang sosial kearah jalan pikiran yang ekonomis, hal mana juga disebabkan karena kurangnya alat-alat komunikasi, d). Salah-satu alat komunikasi yang berkembang adlah desas-desus, biasanya bersifat negatif. Sebagai akibat sistem komunikasi yang sederhana tadi, hubungan antara seseorang dengan orang lain, dapat diatur dengan seksama.
• Rasa persatuan erat sekali. Kemudian menimbulkan saling mengenal dan salingmenolong yang akrab
• Ditinjau dari sudut pemerintahan, maka hubungan antara penguasa dan rakyat, berlangsung secara tidak resmi. Segala sesuatau dijalankan atas dasar musyawarah. Disamping itu, karena tidak ada pembagian kerja yang tegas, seorang pengusa sekaligus mempunyai beberapa kedudukan dan peranan yang sama sekali tidak dapat dipisah-pisahkan atau paling tidak, sukar untuk dibedabedakan. Apalagi didesa yanag terpencil, susah sekali untuk memisahkan antara kedudukan dengan peranan seorang kepala desa sebagai orang tua yang nasihat-nasihatnya patut dijadikan pegangan, sebagai pemimpin upacara, adat, dan lain sebagainya. Pendeknya, segala sesuatu disentralisasikan pada diri kepala desa tersebut.

b. Masayarakat Perkotaan
• Yang dimaksud dengan masyarakat perkotaan atau urban comunity adalah masyarakat kota yang tidak tertentu julah penduduknya. Tekanan pengertian “kota”, terletak pada sifat serta ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
• Antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, terdapat perbedaan dalam perhatian, khususnya terhadap keperluan hidup. Di Desa yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan utama kehidupan, hubungan-hubungan untuk memperhatikan fungsi pakaian, makanan, rumah, dan lain sebagainya, lain dengan orang kota yang mempunyai pandangan berbeda. Orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup, sehubungan dengan pandangan masyarakat sekitarnya (kebutuhan sosial). Ada beberapa ciri yanag menonjol pada masyarakat kota, yaitu :
 Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan agama di desa. Ini disebabkan cara berpikir yang rasional, yang didasarkan pada perhitungan eksak yang berhubungan dengan realita masyarakat. Cara kehidupan demikian memiliki kecenderungan kearah keduniawian (secular trend), dibandingakan dengan kehidupan warga desa yang cenderung ke arah agama (religious trend)
 Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perseorangan atau individu
 Pembagian kerja diantara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata
 Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan, juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa, karena sistem pembagian kerja yang tegas tersebut diatas
 Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi
 Jalan kehidupan yang cepat dikota, mengakibatnya pentingnya faktor waktu, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu
 Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, karena kota biasanya terbuka dalam menerima pengaaruh luar

2. Apa pengertian lembaga kemasyarakatan
• Lembaga kemasyarakatan merupakan terjemahan langsung dari istilah asing social-institution. Akan tetap hingga kini belum ada kata sepakat mengenai istilah Indonesia apa yang dengan tepat dapat menggambarkan isi social-institutiontersebut. Ada beberapa istlilah yang diusulkan para ahli sosiologi terkait lembagakemasyarakatan :
• Pranata Sosial. Adadalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompkeks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Definisi ini diambil dari pendapat Koentjaraningrat
• Bangunan-sosial. Yang mungkin merupakan terjemahan dari istilah Soziale-Gebilde(bahasa jerman), yang lebih jelas menggambarkan bentuk dan susunan social-institution tersebut
• Lembaga kemasyarakatan.
 Robert Maclver dan Charles H. Page : lembaga kemasyarakatan sebagai tatacara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok kemasyarakatan yang dinamakannya sosial
 Leopold Von Wiese dan Howard Becker melihat lembaga kemasyarakatan dari sudut fungsinya : lembaga kemasyarakatan diartikannya sebagai suatu jaringan proses-proses hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubunga-hubungan tersebut serta pola-polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan kelompoknya.
 Seorang sosiologi lain, yaitu Sumner yang melihatnya dari sudut kebudayaan, mengartikan lembaga kemasyarakatan sebagai perbuatan, cita-cita, sikap, dan perlengkapan kebudayaan, bersifat kekeal serta bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Pentingnya adalah agar ada keteraturan dan integrasi dalammasyarakat.
 Pergaulan hidup masyarakat diatur oleh norma dengan tujuan untuk mencapai suatu tata tertib. Norma-norma tersebut apabila diwujudkan dalam hubungan antar manusia dinamakan social-organization (organisasi sosial). Misalnya :
 kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih, pelamaran, perkawinan, perceraian dan lain sebagainya
 kebutuhan akan mata pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti misalnya pertanian, peternakan, koperasi, industri, dan lain-lain
 kebutuhan akan pendidikan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren, taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, dan lain sebagainya
 kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan menimbulkan kesusteraan, seni rupa, seni suara, dan lain-lain.
 Kebutuhan jasmaniah manusia menimbulkan olahraga, kecantikan, pemeliharaan kesehatan, kedokteran, dan lain-lain.
 Lembaga kemasyarakatan yang berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi, yaitu :
 Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat
 Menjaga keutuhan masyarakat
 Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social-control)